Kamis, 28 Januari 2016

SPENSAKTI TOUR DE BATAVIA


Kedungjati-Suarsakti. Welcome to Batavia Kali ini liputan study tour Spensakti ke ibukota Negara tercinta. Yaps, tepat sekali Batavia/Djayakarta atau sering yang kita kenal dengan Jakarta. Study tour kali ini di ikuti siswa kelas VIII kira-kira sejumlah 200 orang. 25 november siang rombongan wisata sudah berkumpul di halaman sekolah untuk mendapatkan briefing atau pengarahan dari bapak kepala sekolah, dia berpesan untuk berhati-hati dan selalu berwaspada ketika berada di objek wisata, selalu menjaga barang-barang berharganya sendiri dan tidak terpisah dari rombongan.
 R
ombongan terdiri dari 5 bus besar. Segera setelah pembagian bus, rombongan segera bersiap menuju ke Jakarta dan tour Batavia. Keesokan paginya jam 03.00 dini hari rombongan tiba di tempat transit pertama. Segera setelah semuanya siap langsung kita menuju ke objek pertama kita di Museum Pancasila Sakti. Kita harus menunggu beberapa saat karena belum buka. Sekitar jam 10 akhirnya rombongan telah di perbolehkan masuk kemudian di bimbing oleh pihak Museum. Kita di beri pengarahan dan penjelasan tentang sejarah singkat berdirinya Museum. Setelah puas berjalan-jalan dan melihat keadaan Museum jam 12.00 anak-anak sudah bersiap untuk menuju ke objek berikutnya, setelah makan siang tentunya.


Setelah perjalanan yang melelahkan karena macet akhirnya rombongan tiba di objek kedua Gelanggang Samudra. Di Gelanggang Samudra sebagian pelajar siswa kecewa karena kebetulan saat itu lokasi objek Gelanggang Samudra seramai-ramainya. Akhirnya dengan sedikit kecewa, sebagian siswa menuju ke bus sambil menunggu siswa yang lain untuk melanjutkan ke tujuan akhir Jakarta Pantai Ancol. Sesampai di Pantai Ancol jam 17.00 anak-anak sebagaian besar menikmati suasana pantai dan yang duduk-duduk, naik perahu. Menjelang malam anak-anak sudah berkumpul kembali sambil beristirahat makan malam. Ketika anak-anak sedang berkumpul datanglah rombongan alumni yang berdomisili ke Jakarta. Hal tersebut di manfaatkan oleh anak-anak Jurnalistik untuk mewawancarainya Ibu Neny alumni yang di wawancarai dengan tim Jurnalistik mengatakan bahwa kita lahir di daerah kecil sejak kecil harus punya semangat lebih baik harus bisa belajar dari apapun, membiasakan diri dari hal-hal yang baik, terang beliau.



Menjelang malam rombongan siswa ada yang menuju di penginapan karena kelelahan, sebagaian siswa ada yang masih dimarahi guru agar segera beristirahat. Keesokan harinya rombongan melanjutkan ke objek berikutnya Bandung kota kembang tepatnya di Museum Asia-Afrika dan tidak lupa ke Cibaduyut untuk berbelanja.
                Demikian rangkuman singkat Tour de Batavia Spensakti kali ini banyak hal yang bermanfaat dapat di ambil dari perjalanan kali ini meskipun capek tapi kita tetap semangat. Sampai Jumpa di liputan perjalanan yang lain.  (Tika Setia Ardiyani 8h)

FAKTA TENTANG BUAH JERUK



Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (jeruk-jerukan).
Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis.
Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.
Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis jeruk, yaitu Navel Orange (jeruk potong, berkulit orange menyala, tanpa biji), Jeruk Siam Madu (jeruk kupas, berkulit kuning mengkilat, tipis dan permukaan halus), Jeruk Keprok (jeruk kupas, berbentuk bulat pendek atau agak bulat dengan kulit buah berlekuk kedalam), Jeruk Baby (jeruk potong, berkulit hijau dengan sedikit semburat kuning, dinamakan jeruk baby karena air perasan jeruk ini biasa diberikan pada bayi) dan Jeruk Bali atau pomelo (jeruk kupas, berbentuk bulat agak lonjong, kulit tebal lunak berwarna hijau muda atau kuning keemasan).
Mengutip pernyataan dari situs World’s Healthiest Foods, buah jeruk merupakan salah satu buah yang paling populer di dunia. Bukan saja rasanya yang lezat dan menyegarkan, manfaat kesehatan yang ditawarkannya buah jeruk juga menjadi faktor kenapa buah ini begitu digemari.
Tapi tahukah Anda, bahwa ada beberapa fakta menarik tentang buah jeruk yang mungkin bisa menambah pengetahuan. Salah satunya adalah kalori yang dikandung satu buah jeruk solid ternyata tidak sama ketika buah itu sudah di jus. Penasaran dengan fakta-fakta lainnya? Yuk kita simak beberapa info berikut:
Nutrisi
Gagasan bahwa buah jeruk hanya mengandung vitamin C itu adalah salah. Meskipun jeruk memang mengandung 100% Vitamin C yang dibutuhkan orang-orang dalam satu hari, tapi buah ini juga sumber potasium, asam folat, antioksidan, dan serat makanan lho.
Buah Utuh vs Jus
Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi, satu buah jeruk solid dan tidak sama dengan jus jeruk. Menurut situs Diet Words, segelas jus jeruk tunggal mungkin berisi hingga lima jeruk sehingga kalorinya tinggi. Selain itu, jus jeruk tidak mengandung serat lebih banyak dibanding satu buah jeruk solid. Mengkonsumsi satu buah jeruk solid ternyata lebih baik daripada meminum jus jeruk karena asupan nutrisi dan asupan kalori yang diperoleh lebih maksimal.
Jeruk dan diabetes
Mitos yang menyebutkan bahwa penderita diabetes harus menghindari buah-buahan manis seperti jeruk adalah salah. Serat, vitamin, dan nutrisi lain dalam buah jeruk sangat diperlukan, baik untuk mereka yang penderita diabetes maupun bukan. Jeruk memang mengandung gula alami, tetapi beban glikemik masih dapat diterima

FENOMENA SELFIE



Kata 'selfie' begitu p opuler belakangan ini. Saking tenarnya, istilah selfie bahkan sampai masuk d alam kamus Oxford Dictionary edisi terbaru tahun lalu. Dan puncaknya, Oxford pun menobatkan kata ini sebagai Word of the Year 2013. Lantas, apa sebenarnya definisi baku dari kata selfie ini, dan mengapa fenomena seni berfoto narsis ini bisa menjadi tren yang mewabah di seluruh dunia -- mulai dari orang biasa hingga para tokoh dunia?
Kalau kita intip di Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Selfie), kamus Oxford mendefinisikan kata selfie sebagai aktivitas seseorang yang memotret dirinya sendiri alias self-portrait, yang umumnya menggunakan ponsel atau webcam, kemudian mengunggahnya ke situs media sosial.
Istilah selfie kemudian cepat mewabah dengan adanya interaksi di social media yang mendunia. Jika kita membuka Twitter, Path, Facebook, Instagram, Google+, Snapchat, Flickr, dan Tumblr, rasanya tidak sulit menemukan foto-foto selfie.

Tujuannya tak lain sekadar mengekspresikan diri atau ingin menginformasikan keberadaannya saat itu. Misalnya, selfie dengan background tempat liburan, selfie bareng artis idola, bersama tokoh populer, di lokasi bencana, dan lain seba gainya. Bahasa gaulnya, tiada hari tanpa foto selfie. Masih menurut Oxford, awal penggunaan kata selfie sendiri terjadi pada tahun 2002. Kata ini pertama kali muncul dalam sebuah forum Internet Australia di ABC Online pada tanggal 13 September 2002. Padahal sebenarnya, aktivitas selfie sudah dilakukan orang sejak dulu kala ketika pertama kali ditemukannya teknologi kamera. Namun, baru menjadi tren belakangan ini. Mengambil foto diri sendiri sudah dilakukan sejak munculnya kamera boks Kodak Brownie pada tahun 1900. Metode ini biasanya dilakukan melalui cermin. Putri Kekaisaran Rusia, Anastasia Nikolaevna, adalah salah satu remaja yang diketahui pertama kali mengambil fotonya sendiri melalui cermin untuk dikirim kepada temannya pada tahun 1914. Dalam surat yang dikirim bersama foto itu, ia menulis: "Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan saya gemetar."


Penggunaan kata selfie sendiri telah meningkat hingga mencapai 17 ribu persen, dalam kurun waktu setahun terakhir. Tak heran jika hal ini menjadi perhatian serius dari para ahli Bahasa Inggris, termasuk Oxford tentunya. Kenapa selfie kemudian populer, selain interaksi di social media, faktor lain yang membuatnya jadi tren tentu para tokoh dunia yang secara tak langsung menjadi buzzer. Selfie tidak hanya dilakukan anak muda dari kalangan ora ng biasa, melainkan juga oleh para pemimpin negara. Misalnya seperti saat Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ketika asyik berfoto bersama perdana Menteri Denmark Helle thornig Shcmidt dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Ketiganya berfoto memakai ponsel di acara mengenang kepergian tokoh besar Afrika, Nelson Mandela. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak juga pernah mengajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berselfie ria saat berkunjung ke Istana Kepersidenan Jakarta. Di dalam foto selfie itu juga ada Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Rosmah Mansor, istri PM Malaysia. Lalu ada lagi selfie saat perhelatan Oscar tahun lalu dimana Ellen DeGeneres sebagai host, tiba-tiba mengajak para bintang papan atas Hollywood seperti Brad Pitt, Jennifer Lawrence, Jared Leto, George Clooney, Lupita Nyong'o, dan lainnya untuk berfoto bersama. Selfie ini langsung menjadi foto terpopuler di Twitter, meraih 1,5 juta retweet dalam setengah jam. Selfie ini  juga tercatat berhasil memecahkan rekor dunia dengan retweet terbanyak: 2,3 juta kali! Tak akan ada habisnya m embahas kenapa selfie bisa begitu populer. Selain selfie para selebriti, masih banyak tren selfie lainnya mulai dari foto selfie ekstrem di tempat-tempat yang bikin bulu kuduk merinding, sampai tren selfie pamer kaki dan bulu ketiak.

Dengan banyaknya foto selfie rombongan alias beramai-ramai ini juga pada akhirnya menghadirkan istilah baru. Misalnya, istilah Wefie yang coba dipopulerkan Samsung. Karena tren ini pula, para produsen ponsel, baik dalam maupun luar negeri, rela melengkapi produknya dengan dual kamera sekaligus, baik primer dan sekunder. Kamera depan wajib punya resolusi bagus kalau mau ponselnya laku. Tak hanya itu, aksesoris ponsel juga tak mau ketinggalan cari untung dari hebohnya tren selfie ini. Mulai dari hadirnya tongsis (tongkat narsis) yang dicetuskan Babab Dito, Sony Smart Imaging Stand, Sony QX10, Sony QX100, dan banyak lainnya.

Aplikasi penunjang selfie juga banyak kita temui di iOS App Store, Google Play, Windows. Beberapa aksesoris dan aplikasi di atas, tentu membantu menghasilkan jepretan yang lebih maksimal. Namun, yang perlu diperhatikan, untuk mendapatkan hasil foto selfie yang menarik, Anda juga perlu memerhatikan beberapa hal, seperti komposisi kamera dengan objek, background dan lighting.
Jadi, tunggu apa lagi? Selamat berselfie ria!

Selasa, 26 Januari 2016

TOUR DE BATAVIA BBB

TOUR DE BATAVIA

Kedungjati-Suarsakti. Welcome to Batavia Kali ini liputan study tour Spensakti ke ibukota Negara tercinta. Yaps, tepat sekali Batavia/Djayakarta atau sering yang kita kenal dengan Jakarta. Study tour kali ini di ikuti siswa kelas VIII kira-kira sejumlah 200 orang. 25 november siang rombongan wisata sudah berkumpul di halaman sekolah untuk mendapatkan briefing atau pengarahan dari bapak kepala sekolah, dia berpesan untuk berhati-hati dan selalu berwaspada ketika berada di objek wisata, selalu menjaga barang-barang berharganya sendiri dan tidak terpisah dari rombongan.
R
ombongan terdiri dari 5 bus besar. Segera setelah pembagian bus, rombongan segera bersiap menuju ke Jakarta dan tour Batavia. Keesokan paginya jam 03.00 dini hari rombongan tiba di tempat transit pertama. Segera setelah semuanya siap langsung kita menuju ke objek pertama kita di Museum Pancasila Sakti. Kita harus menunggu beberapa saat karena belum buka. Sekitar jam 10 akhirnya rombongan telah di perbolehkan masuk kemudian di bimbing oleh pihak Museum. Kita di beri pengarahan dan penjelasan tentang sejarah singkat berdirinya Museum. Setelah puas berjalan-jalan dan melihat keadaan Museum jam 12.00 anak-anak sudah bersiap untuk menuju ke objek berikutnya, setelah makan siang tentunya.

Setelah perjalanan yang melelahkan karena macet akhirnya rombongan tiba di objek kedua Gelanggang Samudra. Di Gelanggang Samudra sebagian pelajar siswa kecewa karena kebetulan saat itu lokasi objek Gelanggang Samudra seramai-ramainya. Akhirnya dengan sedikit kecewa, sebagian siswa menuju ke bus sambil menunggu siswa yang lain untuk melanjutkan ke tujuan akhir Jakarta Pantai Ancol. Sesampai di Pantai Ancol jam 17.00 anak-anak sebagaian besar menikmati suasana pantai dan yang duduk-duduk, naik perahu. Menjelang malam anak-anak sudah berkumpul kembali sambil beristirahat makan alumni yang berdomisili ke Jakarta. Hal tersebut di manfaatkan oleh malam. Ketika anak-anak sedang berkumpul datanglah rombongan anak-anak Jurnalistik untuk mewawancarainya Ibu Neny alumni yang di wawancarai dengan tim Jurnalistik mengatakan bahwa kita lahir di daerah kecil sejak kecil harus punya semangat lebih baik harus bisa belajar dari apapun, membiasakan diri dari hal-hal yang baik, terang beliau.



Menjelang malam rombongan siswa ada yang menuju di penginapan karena kelelahan, sebagaian siswa ada yang masih dimarahi guru agar segera beristirahat. Keesokan harinya rombongan melanjutkan ke objek berikutnya Bandung kota kembang tepatnya di Museum Asia-Afrika dan tidak lupa ke Cibaduyut untuk berbelanja.
                Demikian rangkuman singkat Tour de Batavia Spensakti kali ini banyak hal yang bermanfaat dapat di ambil dari perjalanan kali ini meskipun capek tapi kita tetap semangat. Sampai Jumpa di liputan perjalanan yang lain.  (Tika Setia Ardiyani 8h)